jump to navigation

Cindelaras October 18, 2011

Posted by areska26 in : Cerita pendek , trackback

Hikayat ada seorang pemuda nan tampan, gagah perkasa, otot kawat tulang besi (banyak jerawat ga punya gusi hehehe) yang bernama Cindelaras. Dia adalah anak dari seorang janda miskin dari negeri seberang. Keluarganya sangatlah miskin, dirumahnya hanya ada Honda jazz keluaran tahun 2009, Kawasaki Ninja 250 keluaran tahun jebot dan truk Fuso yang usianya sudah 5 tahun (kasian amat ya gan..).

Cindelaras terkenal didesanya sebagai pemuda yang jago dalam melatih ayam jago untuk keperluan adu jago (gimana, jago kan saya nulisnya). Semua jago yang dilatihnya disebuah sasana kecil bernama “The Jagoan” selalu menjadi pemenang dalam semua pertandingan adu jago. Sejumlah piala terpajang dirumahnya yang hanya seukuran bandara Soekarno-Hatta, mulai dari Juara I antar RT/RW, juara I antar propinsi, Juara I International Chicken Fight Organization, The Best Jago of the World sampai yang terakhir The Most Ganteng’s Jago of the World.

Karena kesuksesannya orang-orang disekitarnya menjadi iri, dengki, dendam, dan gundah gulana dibuatnya. Bagaimana tidak, setiap kali ada event akbar adu jago Cindelaras terus yang menang. Maka orang-orang pun menyusun rencana berusaha untuk menyingkirkan Cindelaras. Mereka sengaja mengadakan event untuk menjebak Cindelaras agar ikut didalamnya. Sesuai dengan perkiraan semula, akhirnya Cindelaras ikut mendaftar dalam event adu jago tersebut tanpa sedikitpun rasa curiga.

Seperti biasanya jago milik Cindelaras menang terus-terusan dalam babak penyisihan sampai akhirnya dia masuk final. Orang-orang sengaja merencanakan agar final diadakan disebuah ruang yang gelap, cahaya lampu hanya menerangi arena pertandingan saja. Cindelaras pun tanpa rasa curiga mengikuti final pertandingan tersebut.Dia tidak tahu kalo bangku penonton yang disekeliling tempat pertandingan sebenarnya kosong. Hal ini dilakukan untuk menjebak Cindelaras.

Dan ternyata sodara sodara……………

Ditengah-tengah pertandingan yang seru tersebut terdengar suara sirene polisi yang meraung-raung, Cindelaras panik bukan kepalang. Dia lari tunggang langgang mencari jalan keluar. Ternyata orang-orang sudah mengunci semua pintu keluar. Betapa paniknya Cindelaras mengetahui dia telah dijebak. Akhirnya dia tertangkap oleh patroli Polisi. Sungguh malang nasib Cindelaras, dia tertangkap Polisi karena perbuatanya yang suka mengadu ayam..

Pesan moral yang dapat kita petik adalah: jangan lupa membawa senter kalo kita lagi mengadu ayam ya sodara-sodara…

THE END

Comments»

1. Jajal - October 18, 2011

Test test 1 2 3